Aku bilang Donat SERBU, karena tiap ada donat ini langsung laris manis diserbu para pasukan yang ada di rumah :-D. Bisa juga namanya SERBU karena emang harganya yang cuma Rp 1000 rupiah per bijinya.Donat yang cantik, ekonomis, soft n yummy banget. 100% aman karena homemade, dari bahan pilihan dan metode konvensional, karena resepnya ngintip dari ahlinya. Buat kesempatan apapun bisa, dan pilihan topping juga bisa menyesuaikan....
So, dont miss it ya...
tentang pengalaman yang ingin kubagi, hal-hal yang ku sukai, dan impian yang ingin kucapai....
Sunday, April 15, 2012
Thursday, April 12, 2012
OTAK-OTAK BANDENG KHAS GRESIK
Menu khas Gresik yang terkenal ribet proses memasaknya ini akhirnya berhasil juga kubuat.Bangga banget deh (boleh ya memuji diri sendiri :-D), karena sebelumnya sempat pesimis hasil akhirnya. But, sempat tertantang juga, masa' orang Gresik asli gak bisa bikin otak-otak? Dengan semangat 45 plus Bismillah yang banyak, akhirnya jadi juga, Alhamdulillah...Otak-otak Bandeng a la aku ini yummy banget, karena dagingnya di sangrai lebih dulu sebelum dicampur dengan bumbu lainnya jadi lebih bertekstur.... Aku juga sengaja memanggangnya sebagai finishing touch biar aromanya lebih keluar. Bisa juga digoreng dengan melapisi otak-otak pake telur kocok terlebih dahulu
Kalo mau bikin sendiri, ini resepnya...
Kalo mau bikin sendiri, ini resepnya...
Bahan :
- 1 ekor bandeng segar berat 700gram (bisa pake ukuran lebih kecil, yang penting beratnya akumulasinya sama....)
- 1 butir telur, kocok lepas
- 60 santan kental dari ¼ butir kelapa (sertakan kelapanya kira-kira 1 sendok makan)
- 1 sendok teh garam
- ½ sendok teh gula pasir
- Daun pisang untuk membungkus
Bumbu halus :
- 6 butir bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 2 buah cabe rawit
- 4 buah cabe keriting
- 1 buah tomat ukuran kecil
- ½ sendok teh terasi bakar
- 1 sendok teh ketumbar bubuk
- 1 sendok teh kencur parut
- 1 lembar daun jeruk
Cara membuat :
- Bersihkan ikan bandeng, pukul-pukul agar dagingnya lunak dan mudah dikeluarkan, hati-hati jangan sampai robek kulitnya. Pisahkan daging dengan durinya.Biarkan bentuk badan ikan bandeng tetap utuh (bisa juga bentuk potongan)
- Haluskan daging ikan bandeng, sangrai sebentar sampai agak berbutir. Tambahkan bumbu halus, telur, santan, garam, dan gula, aduk rata.
- Masukkan campuran daging ikan dalam badan ikan bandeng sampai membentuk ikan lagi, jahit (kali ini saya memilih bentuk potongan biar lebih mudah mengambil dagingnya)
- Bungkus ikan bandeng dengan daun pisang, kukus sampai matang (kira-kira 20-30 menit)
- Panggang sampai mengeluarkan aroma harum dan berwarna kecoklatan (gunakan penjepit dari bambu jika dibakar di atas bara api)
- Enjoy it ;-)
Tuesday, April 10, 2012
KEJUTAN PAHIT DI SIANG BOLONG
Lagi sibuk ngurusi cucian tiba-tiba ada orang mengetuk pintu…
“mau beli pulsa mbak…”
“tulis dulu nomornya ya…”
“ada kembaliannya nggak? Kalo ga ada saya beli di tempat
lain…”
“bentar ya saya liat dulu…”
Sementara orang itu aku suruh nunggu di teras, Aku masuk
kamar untuk mencari uang receh. Butuh waktu agak lama mencari uang 89 ribu untuk kembalian karena dia
menunjukkan uang 100 ribu, dan katanya beli pulsa 10 ribu.
Ketika aku keluar kamar untuk memastikan ada uang kembalian,
aku lihat orangnya sudah tidak ada. Betapa terkejutnya aku ketika melihat
dompet yang ada di dekat TV berantakan. Setelah aku cek, uang dagangan, uang
belanja sehari-hari, uang transport Alvin, amblas semuanya.Bener-bener ga habis
pikir, cepat sekali orang tadi mengambil uangku…padahal letak TV agak ke dalam
ruangan dan kalo mau ke TV juga melevati kamar tempat aku mencari uang receh
tadi…
Nelongso banget, karena uang tersebut aku kumpulkan dengan
susah payah. Mungkin bagi kebanyakan orang jumlahnya relative kecil, tapi
bagiku, berharga sekali. Dengan kegiatan pengisi waktu jualan pulsa elektrik,
token, elpiji, dan jualan panci, sampai saat ini aku baru bisa mengumpulkan
uang kecil, belum bisa menghasilkan yang besar.
Tapi sudahlah, mungkin belum rizki, semoga Allah
menggantinya lewat jalan lain. Dan semoga kejadian ini menjadi alarm bagi aku
untuk semakin meningkatkan kewaspadaan dengan orang-orang yang tak di kenal
yang masuk rumah…
**Sudah dua jam yang lalu kejadiannya tapi sampai sekarang
masih syok…entah karena masih nelongso atau capek “ngejar” maling tadi…
BAITI JANNATI
Pertama kali yang terlintas dalam pikiran aku ketika diajak
papanya Alvin
melihat-lihat perumahan tempat kami tinggal adalah, “what…. Aku akan
menghabiskan waktu entah sampai berapa lama disini…???” kawasan yang
suueeepppi, dikelilingi areal persawahan, panas (padahal masih dekat Pandaan
yang notabene daerah berhawa sejuk), jauh dari mana-mana. Yang paling
menakutkan…. Aku sendiri dan tidak kenal siapapun!!
Sempat nyesel kenapa juga aku berniat ikut papanya Alvin. Meninggalkan
Gresik yang hommy, ortu , temans dan saudaras yang telah “mewarnai hidupku. Mau
gimana lagi, aku harus menerima segala konsekuensi untuk keputusan hidup
mandiri. Kerasan gak kerasan ya harus kerasan….
Awal pindah rumah adalah masa-masa yang berat, Belum punya
tetangga (yang terdekat saja 7 rumah dari rumah kami). Semua pekerjaan rumah
harus aku tangani sendiri. Ukuran rumah yang sempit membuat Alvin pinginnya main keluar melulu. Kalau
siang panas, malam duingin banget. Tidak ada penjual makanan yang lewat depan
rumah, karena memang jalannya g ada, hanya jalan setapak. Kami-aku dan Alvin- dilanda homesick tingkat tinggi. Tak heran
tiap papanya libur, Alvin
buru-buru minta pulang Gresik. Beruntung papa Alvin cukup sabar menghadapi kami berdua. Mengajak jalan-jalan keliling
Pandaan, bermain ke teman kerjanya, sampai pergi ke tempat bermain sering
dilakukannya untuk “meredam” kegalauan kami, meski, tetap saja rasa tidak
kerasan itu tetap ada.
Day by day, perlahan aku bisa men – support diri sendiri.
Mencari kegiatan yang positif (meski tetap didalam rumah karena aku kurang hobi
nonggo), bersosialisasi dengan orang sekitar, dan mecari kesibukan-kesibukan
lain pengisi waktu luang.Alvin juga mulai enjoy dengan lingkungan dan temans
sekitarnya. Seiring bertambah usia, dia sudah lebih bisa beradaptasi, dan
mengerti tanggung jawab. Entah karena perubahan mindset atau emang homesick nya
sudah antiklimaks, alhamdulillah kami sudah merasa kerasan di rumah sendiri.
Sekarang, meski ada libur yang bertepatan long weekend, kami
tetap enjoy di sini. Meski jauh dari yang namanya nyaman dan lega (maklum
ukurannya sempit), perasaan home sweet home sudah terasa. Ketika pergi ke
Gresik atau kemana pun, selalu pingin cepat pulang karena merasa lebih nyaman
disini. Baiti Jannati, alhamdulillah… meski untuk pindah alamat KTP dan KK
masih pikir-pikir dulu :-D
Friday, April 6, 2012
Alvin dan pak Kusain
Jumat, 6 April 2012. Matahari baru muncul ketika aku dan Alvin berjalan menyusuri
persawahan di sebelah komplek perumahan kami. Melihat pak Kusain, petani yang
biasa menggarap sawah di situ sedang
menuntun kedua sapinya masuk ke sawah, spontan aja Alvin menghampiri.
“ pak Kusain, itu kenapa sapinya kok mondar-mandir?” (wkwkwk…anakku
emang sering berceloteh dengan perbendaharaan kata yang lucu)
“ini biar tanahnya lunak le….”
“ pake mixer kayak mama kalo bikin kue saja lho…”
Sampai disini aku yang menunggu di seberang sawah ga’ kuat
lagi menahan tawa. Aku panggil Alvin,
kujelaskan kalo pak Kusain sedang membajak sawah, biar tanahnya gembur, mudah ditanami dan subur. Bisa juga
membajak sawah pakai traktor. Setelah mendengar penjelasanku, Alvin menghampiri pak Kusain lagi.
“pak Kusain, kalo membajak sawah pake traktor saja…”
“waduh traktor itu mahal le…pak dhe ndak punya uang belinya…”
“besok aku minta kan
papa ya, papaku bisa kok bikinnya,…”
Hmmm, ternyata anakku narsis juga, padahal papanya cuma kuli :-D
Wednesday, April 4, 2012
FRENCH FRIES a la RESTO
Kentang goreng yg dah populer banget dan jadi kudapan fave Alvin, tapi masih relatif mahal kalo menurut ukuran kantong aku :D. Seneng bgt akhirnya bisa bikin sendiri, dengan rasa yang soft, krn free MSG. pastinya sehat, aman , dan murah meriah.
Berikut resepnya :
Bahan :
![]() |
Berikut resepnya :
Bahan :
- Kentang 1 kg (pilih yg belum tumbuh tunasnya, klo bisa colek dikit biar tau warnanya-pilih yg kuning)
- tepung terigu protein tinggi (misalnya Cakra) 2 sendok makan
- tepung maizena 2 sendok makan
- tepung serbaguna untuk Fried Chicken 2 sendok makan
- air kapur sirih 1 sendok makan (ambil yang beningnya ya..)
- garam secukupnya
- air untuk merendam
- potong kentang bentuk stik -- bhs kulinernya frenched, maap klo salah ;D
- cuci bersih, rendam dalam air yang dicampur garam dan air kapur sirih selama 1 jam (klo bisa masukin kulkas)
- setelah 1 jam, cuci kentangnya, kemudian rebus sampai menjelang mendidih (sampe kentangnya keliatan setengah matang)
- tiriskan kentang sampai benar-benar kering, bisa juga pake kain untuk mengalasi
- setelah kering, campur tepung terigu cakra, maizena dan tepung serbaguna, taburkan pada kentang sambil diayak, diamkan sampai menempel sempurna. sampe sini, kentang bisa disimpan untuk stok dalam frezeer (klo g lsg digoreng)
- goreng kentang sampai pada fase golden brown
- angkat, tiriskan sampai kering
- Enjoy it!
Tuesday, April 3, 2012
Alvin, Kucing, dan Ikan
Selasa, 3 April 2012.Pulang
sekolah, seperti biasa Alvin
antusias membersihkan tempat ikan yg dipeliharanya. Tetapi karena buru-buru ke
wc, dia lupa naruh ikan diteras. Aku tidak menyadari hal ini karena aku tinggal
masak di dapur. Sampai tiba-tiba dia berteriak heboh, tanpa sempat pake celana,
dia lari mengejar kucing yang mengacak-acak tempat ikannya, dan memakan 4 dari
5 ikan yang ada. Tentu saja aku kaget, dan otomatis berlari mengejar dia.
Setelah berhasil mengajak dia
pulang, membujuk dia pakai celana dan menyuruh berhenti menangis, barulah dia
cerita. “Aku sayang ikanku. Aku pelihara biar jadi temanku, biar tumbuh jadi
banyak dan rumahku rame..”
Saat itu aku sadar, betapa dalam
perasaan anakku. Alvin
yang selama ini dikenal hiperaktif dan di cap trouble maker sama para tetangga (padahal dia adalah anak dengan
kecerdasan kinestetik tinggi, kayaknya para tetanggaku aja yg harus belajar
ilmu psikologi ya…) ternyata halus perasaannya. Kembali dia menangis
tersedu-sedu dengan volume yg hampir tidak terdengar. Aku jadi ingat betapa
antusiasnya dia dengan binatang dan tanaman. Dan memang dari hasil MIR nya
(multiple intelligences research) waktu masuk TK dulu, tingkat kecerdasan
kinestetik dan kecerdasan naturalis nya tinggi sekali. Pantas saja dia tidak
tetarik dengan mainan mobil-mobilan, robot, atau mainan pasif lainnya. Dia lebih
suka bersepeda, main bola, memelihara ikan, dan segala sesuatu yg berhubungan
dengan alam. Bahkan suatu saat aku tawarkan ganti sepeda yang lebih besar, dia
malah minta beli akuarium, hahahaha….
Well boy, mama akan selalu
support kamu, apapun yang kamu suka. Asalkan tetep pada koridor yg benar.Tidak heran,
tiap hari dia sibuk dengan ikan, aku biarkan saja. Toh dia konsekuen, rajin
membersihkan dan memberi makan. Begitu juga dengan kura-kura yang sudah 2 tahun
dipeliharanya. Sementara teman-temannya yang lain lebih suka beli jajan, mainan
pasif, handphone bahkan ada yang sudah paham merek, Alvin tidak begitu. Alhamdulillah dia begitu
membumi, meski kadang merengek juga kalo g boleh beli yg diinginkan. Namanya
juga anak-anak…
Subscribe to:
Posts (Atom)
